CARA MUDAH MENGHAFAL ALIRAN DAN DOKTRIN KEAGAMAAN

Oleh: Desi Cahyaningsih


CARA MUDAH MENGHAFAL ALIRAN DAN DOKTRIN KEAGAMAAN

ALIRAN
TAHUN
TOKOH
DOKTRIN
Khawarij
Abad ke-7
2.     Urwah bin Hudair
3.     Mustarid bin Sa'ad
5.     Quraib bin Maruah

1.     Doktrin Akidah  
·    Setiap ummat Muhammad SAW yang terus menerus melakukan dosa besar hingga matinya belum melakukan tobat, maka dihukumkan kafir serta kekal dalam neraka.
·      Membolehkan tidak mematuhi aturan-aturan kepala negara, bila kepala negara tersebut khianat dan zalim.
·      Amal soleh merupakan bagian essensial dari iman. Oleh karena itu, para pelaku dosa besar tidak bisa lagi disebut muslim, tetapi kafir. Dengan latar belakang watak dan karakter kerasnya, mereka selalu melancarkan jihad (perang suci) kepada pemerintah yang berkuasa dan masyarakat pada umumnya.
·       Kaum Khawarij mewajibkan semua manusia untuk berpegang kepada keimanan, apakah dalam berfikir, maupun dalam segala perbuatannya. Apabila segala tindakannya itu tidak didasarkan kepada keimanan, maka konsekwensinya dihukumkan kafir.
·      Adanya wa’ad dan wa’id (orang yang baik harus masuk kedalam surga, sedangkan orang yang jahat harus masuk neraka).
·       Amar ma’ruf nahi munkar.
·       Manusia bebas memutuskan perbuatannya bukan dari Tuhan.
·      Qur’an adalah makhluk.
·      Memalingkan ayat-ayat Al Qur’an yang bersifat mutasyabihat (samar).
2.      Doktrin Politik
·     Mengakui kekhalifahan Abu Bakar As Shiddiq dan Umar bin Khattab, sedangkan Usman bin Affan dan Ali bin Abi Thalib, juga orang-orang yang ikut dalam perang Jamal, dipandang telah berdosa.
·      Dosa dalam pandangan mereka sama dengan kekufuran. Mereka mengkafirkan setiap pelaku dosa besar apabila ia tidak bertobat. Dari sinilah muncul  istilah kafir dalam faham kaum Khawarij.
·      Khalifah tidak sah, kecuali melalui pemilihan bebas diantara kaum muslimin. Oleh karenanya, mereka menolak pandangan bahwa khalifah harus dari suku Quraisy.
·      Ketaatan kepada khalifah adalah wajib, selama berada pada jalan keadilan dan kebaikan. Jika menyimpang, wajib diperangi dan bahkan dibunuhnya.
·      Mereka menerima Al Qur’an  sebagai salah satu sumber diantara sumber-sumber hukum Islam.
·      Khalifah sebelum Ali bin Abi Thalib adalah sah, tetapi setelah terjadi arbitras (tahkim) tahun ke-7 kekhalifahannya Usman bin Affan dianggap telah menyeleweng.
·      Mu’awiyah dan Amr bin Ash dan Abu Musa AlAsy’ari juga dianggap menyeleweng dan telah menjadi kafir.
Murji’ah
Abad 1 Hijriyah
1.     Abu Hasan Ash-Shalihi
2.     Yunus bin An-Namiri
3.     Ubaid Al-Muktaib
4.     Ghailan Ad-Dimasyq
5.     Bisyar Al-Marisi
6.     Muhammad bin Karram

1.    Pengakuan Iman Islam cukup di dalam  hatinya saja dan tidak dituntut membuktikan keimanan dengan perbuatan.
2.    Selama seorang muslim meyakini dua kalimat syahadat apabila ia berbuat dosa besar maka tidak tergolong kafir dan hukuman mereka ditangguhkan diakhirat dan hanya Allah yang berhak menghukum
Syi’ah
658M
1.    Abu Dzar Al Ghiffari
2.    Miqad bin Al Aswad
3.    Ammar bin Yasir

1.     Tauhid, bahwa Allah SWT adalah Maha Esa.
2.     Al Adl, bahwa Allah SWT adalah Maha Adil.
3.     An Nubuwwah, bahwa kepercayaan Syi'ah meyakini keberadaan para nabi sebagai pembawa berita dari Tuhan kepada umat manusia
5.     Al Imamah, bahwa Syiah meyakini adanya imam-imam yang senantiasa memimpin umat sebagai penerus risalah kenabian.
6.     Al Ma'ad, bahwa akan terjadinya hari kebangkitan.
.

Jabariyah
659 - 750 M
1.     Jahm bin Shafwan
2.     Al Ja’ad Bin Dirham
3.     Husain Bin Muhammad Al Najjar
4.     Dirar Ibn ‘Amr

1.     Aliran ekstrim.
a.     Manusia tidak mampu untuk berbuat apa-apa. Ia tidak mempunyai daya, tidak mempunyai kehendak sendiri, dan tidak mempunyai pilihan.
b.     Surga dan nerka tidak kekal, dan yang kekal hanya Allah.
c.     Iman adalah ma'rifat atau membenarkan dengan hati, dan hal ini sama dengan konsep yang dikemukakan oleh kaum Murjiah.
d.     Kalam Tuhan adalah makhluk
e.     Allah tidak mempunyai keserupaan dengan manusia seperti berbicara, mendengar, dan melihat
f.      Allah tidak dapat dilihat dengan indera mata di akherat kelak
2.     Aliran Moderat
a.     Tuhan menciptakan perbuatan manusia, baik itu positif atau negatif, tetapi manusia mempunyai bagian di dalamnya. Tenaga yang diciptakan dalam diri manusia mempunyai efek untuk mewujudkan perbuatannya.
b.     Manusia tidak dipaksa dan tidak pula menjadi pencipta perbuatan, tetapi manusia memperoleh perbuatan yang diciptakan Tuhan.
c.     Tuhan tidak dapat dilihat di akherat.
Qadariyah
70   / 689 M
1.     Ma’bad AlJuhani
2.     Ghailan al Dimasyqi

1.     Orang yang berdosa besar itu bukanlah kafir, dan bukanmukmin, tapi fasik dan orang fasikk itu masuk neraka secara kekal.
2.     Allah SWT. Tidak menciptakan amal perbuatan manusia, melainkan manusia lah yang menciptakannyadan karena itulah maka manusia akan menerima pembalasan baik (surga) atas segala amal baiknya, dan menerima balasan buruk (siksa Neraka) atas segala amal perbuatannya yang salah dan dosakarena itu pula, maka Allah berhak disebut adil.
3.     Kaum Qadariyah mengatakan bahwa Allah itu maha esa atau satu dalam ati bahwa Allah tidak memiliki sifat-sifat azali, seprti ilmu, Kudrat, hayat, mendengar dan melihat yang bukan dengan zat nya sendiri. Menurut mereka Allah SWT, itu mengetahui, berkuasa, hidup, mendengar, dan meilahat dengan zatnya sendiri.
4.     Kaum Qadariyah berpendapat bahwa akal manusia mampu mengetahui mana yang baik dan mana yang buruk, walaupun Allah tidak menurunkan agama. Sebab, katanya segala sesuatu ada yang memiliki sifat yang menyebabkan baik atau buruk.

Muktazilah
120 H
1.     Washil bin Atha’
2.     Abu Huzail Al Allaf
3.     Al Nazzam
4.     Abu Hasyim Al Jubba’i

1.     Al Tauhid (keesaan Allah)
2.      Al ‘Adl (keadlilan tuhan).
3.     Al Wa’d wa al wa’id (janji dan ancaman)
4.      Al Manzilah bain al Manzilatain (posisi diantara posisi)
5.     Amar ma’ruf nahi mungkar
Ahlu Sunnah Wal Jamaah
137-159 H
1.     Abu Al Hasan Al Asy’ari
2.     Abu Mansur Al Maturidi.
1.     Iman
2.     Islam
3.     Ihsan

Maturidiyah
4 H
Abu Mansur Muhammad Al Maturidi
1.     Akal dan wahyu
2.     Perbuatan manusia
3.     Kekuasaan dan kehendak mutlak Tuhan

Asy’ariyah
300 H
1.     Al Ghazali
2.     Al Imam Fakhrurrazi
3.     Abu Ishaq AlIsfirayini
4.     Al Qadhi Abu Bakar AlBaqilani
5.     Abu Ishaq AsySyirazi
1.     Sifat-sifat Tuhan.
2.     Al Qur’an.
3.     Melihat Tuhan.
4.     Perbuatan Manusia.
5.     Keadlian Tuhan
6.     Muslim yang berbuat dosa.

logoblog
Previous
« Prev Post