Makam Raja Mataram: Napak Tilas kemegahan Mataram


Makam Raja Mataram: Napak Tilas Kemegahan Mataram



 Hai guys... apa kabar? semoga kalian selalu sehat dan bahagia. Kali ini aku mau sedikit cerita tentang rihlal ilmiah (perjalanan ilmiah) di mata kuliah yang aku ajar "Sejarah Kebudayaan Islam dan Budaya Lokal"-- kenapa harus ke makam? simple sih, menurutku sebagai generasi muda kita jangan smpai melupakan leluhur apalagi mereka yang sudah berjasa besar atas agama dan ketentraman kita. Meski kita tidak pernah tahu bagaimana sesungguhnya lelakon berbicara, namun___ layaknya manusia selalu memiliki sisi negatif dan positifnya. Meski kita bukan orang alim dan berilmu, paling tidak dengan mengunjungi makam leluhur yang berjasa atas Nusantara kita mendapat sinar keberkahan yang terus terpancar hingga anak cucu kita. Amiiin.
Kalian percaya barokah tidak? kalau aku percaya banget, hehehe. Jika kalian tidak percaya tidak masalah, toh setiap orang memiliki prinsipnya masing-masing kan?, kalau aku kenapa percaya, sebab barokah kupahami seperti kebaikan yang memancar dari orang lain ke kita, dalam Islam ada hadist yang menyatakan:
"Barang siapa yang bertakwa kepada Allah dan menyambung silaturahim, niscaya umurnya akan diperpanjang dan hartanya akan diperbanyak serta keluarganya akan mencintainya" 
(Riwayat Bukhori dan Abdul Mufrod, no 58).

Dari hadist ini, aku mengambil pemahaman bahwa silaturahim akan memberikan keberkahan tersebut, dan silaturahim tidak hanya kepada orang yang masih hidup, namun juga kepada yang sudah meninggal, seperti ulama penyebar Islam atau penyebar agama Samawi, para pahlawan, para guru dan orang-orang yang mengabdikan diri atas kebaikan bersama. Mungkin juga, atas kebaikan2 mereka yang sudah mereka tanam semasa hidupnya akan memantul kepada para penziarah yang bersilatrahim kepada mereka. Wallahu A'lam.
 Okey...kali ini kita mulai dari halaman depan, foto diatas diambil saat pertama kali masuk di wilayah area makam Raja Mataram Islam. Lokasinya di Jl. Purbayan, Sayangan, Jagalan, Kotagede, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta-- sebelah selatan pasar Kotagede, sekilas mengenai Kotagede adalah wilayah yang terkenal dengan kerajinan perak serta coklat Monggo. Konon, pada masanya industri perak berada pada masa jaya-jayanya, sehingga di utara makam raja Mataram ini terdapat masjid Perak yang terbuat dari perak. Namun beberapa tahun terakhir industri perak mengalami kemunduran sebab kalah dengan emas. Tapi, untuk saat ini demi membangkitkan kmbali industri perak, beberapa toko perak di kotagede memiliki sertifikat untuk penjualan perak, sehingga perak memiliki nilai investasi sebagaimana emas, meskipun nilainya tidak sebanding dengan emas.
Jika kalian berasal dari luar kota, lokasi Makam ini dekat dengan Terminal Giwangan Yogyakarta, kira-kira menempuh waktu 10 menit naik Go-jek, Grab dan lainnya, jika kalian naik kereta maka pilihlah Stasiun Lempuyangan yang kira-kira dapat ditempuh kurang lebih 25 menit, atau jika kalian menggunakan pesawat maka membutuhkan waktu sekitar 25-35 menit untuk sampai ke lokasi ini. 
Biaya masuk ke lokasi ini gratis, tidak ada retribusi. Namun, saat anda masuk ke dalam dan hendak melakukan ziarah anda akan disyarakatkan untuk memakai baju adat (laki-laki menggunakan batik lurik dan jarik, sedangkan perempuan menggunakan kemben dan jarik) dengan harga sukarela. Di beberapa titik juga disediakan kotak amal, jika saja para pengunjung hendak menginfakkan sebagian hartanya.


Oke, selanjutnya makam raja ini buka 24 jam dan setiap hari. Namun, untuk masuk makam tidak setiap hari buka. Ada hari dan jam tertentu untuk berziarah, yaitu: Minggu, Senin, Kamis dan Jumat. Untuk hari Minggu, Senin, Kamis mulai pukul 10.00 – 13.00 WIB, sedangkan hari Jumat mulai pukul 13.00 -  16.00 WIB.
Ketika kita masuk di pintu utama, akan nampak jam klasik di depan masjid Gedhe Mataram yang dibangun oleh Sultan Agung pada tahun 1640 M dan lokasi masjid ini menjadi satu area dengan makam Raja Mataram, pembangunan ini konon dilaksanakan gotong royong bersama masyarakat Hindu dan Budha, sehingga sebelum memasuki komplek masjid anda akan melewati gapura berbentuk paduraksa dengan tembok bertuliskan L yang memiliki arti tolerasni antara Sultan Agung dengan masyarakat Hindu serta Bundha. Keunikan dari masjud Gedhe ini diantaranya terdapat mimbar kayu ukir, konon hadiah dari Sultan Palembang kepada Sultan Agung.

Masjid ini masih aktif digunakan sebagaimana umumnya, bahkan saat anda datang sore hari di halaman masjid akan anda temui anak-anak main bola.
Setelah melewati masjid Gedhe, anda akan melewati dua gapura semacam ini untuk menemukan makam para Raja.

pintu makam raja Mataram
Lokasi di dalam sangat sakral, siapapun yang masuk harus memakai baju adat sebagaimana saya jelaskan diatas dengan waktu yang sudah ditentukan, oleh karena itu dilarang mengambil foto di lokasi tersebut. Adapun tokoh penting yang bersemayam di sini adalah Sultan Hadiwijaya, Ki Gede Pemanahan, Panembahan Senopati, panembahan Hanyakrawati, Joko Tingkir dan lain sebagainya.

di depan pintu makam raja Mataram
Karena kami tidak bisa masuk, kami tahlilan "membaca doa" didepan pintu masuk dengan harapan para leluhur tenang dan kami sebagai generasi muda mendapatkan ilmu yang luas dan dalam serta memberikan kemanfaatn bagi banyak orang. Setelah tahlilan, kami melanjutkan menelusuri peninggalan kemegahan Mataram yang didalamnya terdapat Sendang Seliran atau pemandian yaitu sendang putri dan sendang putra yang berada di selatan tembok makam.

pintu masuk sendang putri

area pemandian sendang putri
Konon, siapa yang mandi di sendang Seliran auranya akan terpancar dan mendapat welas asih atau kecintaan dari siapapun yang melihatnya. Sedangkan menurut ilmu sains, air yang berada di sendang Seliran berasal dari 2 pohon Beringin yang sudah puluhan tahun, lokasinya dekat dengan pintu masuk parkiran area pemakaman-- konon air yang dihasilkan dua pohon tersebut memiliki zat untuk meremajakan kulit. Sehingga, jika anda datang berkunjung ke makam Kotagede di jam-jam 21:00 WIB terutama malam Jum'at, anda akan menemui banyak orang mandi di sendang Seliran beserta bunga dan sesajen sesuai dengan keyakinan masing-masing.
 Selain sendang Seliran juga terdapat sumur di Sendang Seliran Putra-Konon air sumur ini membantu menyembuhkan segala penyakit lahir dan Batin. Caranya, air sumur dibuat mandi atau diusapkan ke bagian-bagian anggota tubuh tersendiri, bahkan ada sebagian penziarah yang datang jauh-jauh dari luar kota untuk mengambil air di sumur dengan cara membawa botol dan drigen.
beberapa orang mencuci muka dengan air Sumur
Inilah sekilas tentang Makam Raja Mataram Kotagede --dimana para leluhur beristirahat dengan tenang. Jika anda sedang ke Yogya jangan lupa mampir untuk bersilaturahim kepada para Raja Mataram, semoga apa yang anda cita dan angan-angankan dikabulkan Tuhan yang maha esa, diberikan kesehatan serta keberkahan hidup. Amiiin,
Setelah anda selesai berziarah, ada lokasi instagramebl yang unik untuk mengambil gambar-lokasinya utaranya masjid Gedhe, jadi utara masjid ada pintu kecil menuju perkampungan umum...melalui pintu itu berjlanlah lurus ke utara nant dikiri jalan anda akan menemukan pintu tua yang dikeliling tumbuhan rambat.


Enjoy....


Siapa yang bertakwa kepada Rabb-nya dan menyambung silaturrahmi niscaya umurnya akan diperpanjang dan hartanya akan diperbanyak serta keluarganya akan mencintainya.” (Diriwayatkan oleh Bukhari dalam Adabul Mufrod no. 58, hasan)

Sumber https://rumaysho.com/1894-keutamaan-silaturahmi.html
Siapa yang bertakwa kepada Rabb-nya dan menyambung silaturrahmi niscaya umurnya akan diperpanjang dan hartanya akan diperbanyak serta keluarganya akan mencintainya.” (Diriwayatkan oleh Bukhari dalam Adabul Mufrod no. 58, hasan)

Sumber https://rumaysho.com/1894-keutamaan-silaturahmi.html
logoblog
Previous
« Prev Post