SKEMA ALIRAN-ALIRAN ILMU KALAM

Oleh: Ardina Novitasari


SKEMA ALIRAN-ALIRAN ILMU KALAM
 
Nama Aliran
Tahun Muncul
Tokoh
Doktrin
SYIAH
34 H/658 M
1.     Ali bin Abi Thalib
2.     Hasan bin Ali
3.     Husein bin Ali
4.     M.Zainal bin Husein
5.     M. Ali baqir
6.     Ja’far shadidiq
7.     Musa Al-khazim bin ja’far shaddiiq
8.     Ali Redha bin Musa al-khazim
9.     M. Ali jawwad bin ali redha
10.  Ali bin muh. Bin redha
11.  Hasan bin Ali bin muh. Al-asy’ari
12.  Muhammad bin hasan al-mahdi

1.     AHL BAIT
Yaitu keluarga/kerabat.
a)     Ahl bait itu mencakup istri-istri Nabi dan Bani Hasyim
b)    Hanya Bani Hasyim
c)     Hanya terbatas Nabi Sendiri,Fatimah,Ali bin Abi Thalib, Husein, Hasan dan imam-imam keturunan Ali bin Abi Thalib.
2.     AL-BADA
Yaitu keyakinan bahwa Allah SWT mampu mengubah suatu keputusan/peraturan yang telah ditetapkan oleh Allah SWT dengan keputusan yang baru. Menurut syiah: Allah SWT mengubah keputusan bukan karena Allah baru mengetahui kemashlatan, tetapi memang hak Allah SWT untuk mengubah keputusan lama menjadi keputusan baru
3.     AS-SYURA
Artinya hari ke 10 dalam bulan muharrom yang diperingati untuk memperingati wafatnya Hasan dan Husein.
4.     MAHDAWIYYAH
Berasal dari kata mahdi
Keyakinan akan kedatangan imam sebagai juru selamat kehidupan dunia ini, juru selamat dinamakan imam mahdi.
5.     TAQIYAH
Taqiyah=ittaqo=takut.
Sikap berhati-hati karena takut bahaya yang akan menimpanya.
Dalam takutnya ini sikap penyembunyian identitas.
Misalnya :
Syiah ada disebuah wilayah tetapi seperti tidak ada ketidaksukaan pada syiah maka syiah boleh menyembunyikan identitasnya.
6.     MARJA’IYAH
Tempat kembalinya sesuatu.
FUQOHA= pimpinan masyarakat dalam politik dan kenegaraan.
7.     IMAMAH
Setelah nabi Muhammad wafat ke khalifahan dipimpin oleh para imam-imam.


KHAWARIJ
ABAD KE-7
1. Urwah bin Hudair
2. Mustarid bin Sa’ad
3. Hausarah bin Al – Asadi
4. Quraib bin Maruah
5. Nafi’ bin Al- Azraq
6. Abdullah bin Basyir

1.     Setiap umat Muhammad SAW yang terus-menerus melakukan dosa besar hingga matinya      belum melakukan tobat, maka dihukumkan kafir serta kekal dalam neraka.
2.      Membolehkan tidak mematuhi aturan-aturan kepala negara, apabila kepala negara   tersebut khianat dan zalim.
3.     Ada faham bahwa amal saleh merupakan bagian essensial dari iman. Oleh karena itu, para      pelaku dosa besar tidak bisa lagi disebut Muslim, tetapi kafir. Dengan latar belakang                 watak dan karakter kerasnya, mereka selalu melancarkan jihad (perang suci) kepada pemerintah yang berkuasa dan masyarakat pada umumnya.
4.      Keimanan itu tidak diperlukan jika masyarakat dapat menyelesaikan masalahnya sendiri,   Namun demikian, karena pada umumnya manusia tidak bisa memecahkan masalahnya,               kaum Khawarij mewajibkan semua manusia untuk berpegang kepada keimanan, baik   dalam berpikir, maupun dalam segala perbuatan. Apabila segala tindakannya itu tidak   didasarkan kepada keimanan, maka konsekwensinya dihukumi kafir.

MURJIAH
Akhir abad ke-1
1.     Abu Hasan Ash Shalihi, 
2.     Yunus bin An Namiri,
3.      Ubaid Al Muktaib,
4.      Ghailan Ad Dimasyq
5.     Bisyar Al Marisi
6.     Muhammad bin Karram
1.     Menunda hukuman atas Ali bin Abi Thalib ra, Mu’awiyah bin Abu Sufyan, Amr bin Ash, dan Abu Musa Al-Asy’ari yang terlibat tahkim dan menyerahkannya kepada Allah di hari kiamat kelak.
2.     Menyerahkan keputusan kepada Allah atas orang muslim yang berdosa besar.       
3.     Meletakkan (pentingnya) iman dari amal.Memberikan pengharapan kepada muslim yang berdosa besar untuk memperoleh ampunan dan rahmat dari Allah.

ASYARIYAH
300 H
1.          Al-Baqillani
2.           Al-Juwaini
3.          Al-Ghazali
4.          As-sanusi
1.  Tuhan dan Sifat – sifatnya.
     Mencakup sifat – sifat Azali, Qadim, dan berdiri atas zat Tuhan.
2.  Keadilan Allah Swt.
3.  Qadimnya Al – Quran.
4.  Kebebasan dalam berkehendak
5.  Akal dan wahyu serta kriteria baik dan buruk.

MATURIDIYAH
4H
1. Muhammad Ibn Muh. Abu Mansur
Al – Maturidi
2. Bukhara Al – Bazdawi
3. Al - Bayadi

1.     Kewajiban mengetahui Tuhan, akal semata – mata sanggup mengetahui Tuhan.
2.     Dosa yang dilakukan terus menerus dapat menghabiskan keimanan seseorang
3.     Akal dan Wahyu
4.     Kekuasaan dan kehendak Mutlak Tuhan
5.     Manusia dapat melihat Tuhan di akhirat kelak.

JABARIYAH
660-750M
1. Ja’ad bin Dirham
2. Jahm bin Dirham
3. Husain bin Muhammad al – Najjar
4. Dirar Ibn Amr

1.     Manusia tidak mampu berbuat apa – apa
2.     Surga dan Neraka tidak kekal
3.     Definisi iman yaitu ma’rifat atau membenarkan dalam hati
4.     Kalam Tuhan adalah makhluk
5.     Tuhan tidak dapat dilihat di akhirat, kecuali Tuhan memindahkan potensi hati (Ma’rifat) pada manusia.

QADARIYAH
70H/689M
1. Ma’bad al – Juhani
2. Ghailan Ad- Dimasyqi

1)    Tingkah laku manusia dilakukan hanya atas kehendaknya sendiri
2)    Faham takdir dalam pandangan Qodariyah bukan berarti manusia bertindak sesuai dengan nasib sejak azali.
3)    Tidak ada alasan yang tepat untuk menyandarkan segala perbuatan kepada Tuhan.

logoblog
Previous
« Prev Post