Oleh: Umi Latifah
CARA MUDAH MEMAHAMI ALIRAN-ALIRAN DALAM ISLAM
NAMA
ALIRAN
|
PENGERTIAN
|
TOKOH
|
DOKTRIN
|
1. Aliran Khawarij.
|
Istilah khawarij
adalah yang mencakup semua sejumlah aliran dalam islam yang pada awalnya
mengakui kekuasaan khalifah Ali bin Abi Thalib lalu menolaknya karena alasan
kekecewaan mereka terhadap sikapnya yang menerima tawaran tahkim atau
abirtase dalam Perang Shiffin pada tahun 37 H.
|
1.’Abdullah bin Wahhab Ar Rasyid.
2.Urwah bin Hudair.
3.Mustarid bin Sa’ad.
4.Hausarah Al Asadi.
5.Quraib bin Maruah.
6. Nafi’ bin Al Azraq.
7.Abdullah bin Basyir.
8.Najdah bin Amir Al Hanafi.
|
1. Doktrin Ibadah
:
*Orang yang
melakukan dosa besae dan sampai matinya belum taubat maka dihukumi kafir.
*Amar ma’ruf nahi
mungkar.
*Qur’an adalah
mahluk.
*Setiap orang
bebas melakukan perbuatannya bukan dari Tuhan.
*Amala merupakan
bagian esensial dari iman.
2. Doktrin Politik
:
*Khalifah sebelum
Ali bin Abi Thalib adalah sah.
*Khalifah tidak
sah kecuali melalui pemilihan bebas diantara kaum muslim.
*Menerima
Al-qur’an sebagai salah satu sumber dalam hukum islam.
*Dosa pada
pandangan mereka sama dengan kekufuran.
|
2.Aliran Murji’ah.
|
Aliran ini
disebut mur’jiah karena pada prinsipnya mereka menunda penyelesaian persoalan
konflik politik antara Ali bin Abi Thalib, Mu’awiyah bin Abi Sufyan dan
Khawarij ke hari perhitungan di akhirat nanti.
|
1.Abu
Hasan Ash-Shalihi.
2.Yunus
bin An-namiri.
3.Ubaid
Al-Muktaib.
4.Ghailan
Ad-Dimasyq.
5.Bisyar
Al-Marisi.
6.Muhammad
bin Karram.
|
Menurut Harun
Nasution murji’ah memiliki empat ajaran pokok yaitu :
*Meletakan (pentingnya) iman dari amal.
*Menyerahkan keputusan pada Allah atas
orang muslim yang berdosa besar.
*Memeberikan harapan pada orang muslim
yang melakukan dosa besar untuk memperoleh ampunan dan rahmat dari Allah.
Menunda hukuman Ali, Mu’awiyah, Amr bin
Ash dan Abu Musa Al-Asy’ari yang terlibat tahkim dan dan menyerahkannya pada
Allah dihari kiamat kelak.
|
3. Aliran Syi’ah.
|
Aliran syiah
adalah mereka yang menyatakan bahwa Ali bin Abi Thalib sangat utama
dikalangan para sahabat dan lebih berhak untuk memegang kepemimpinan kaum
muslim dan demikian juga anak cucu beliau.
|
1.Abu Dzur.
2.Miqad bin Al-Aswad.
3.Ammar bin Yasir.
|
Memiliki lima
pokok ajaran agama (ushuluddin) :
*Tauhid, bahwa
Allah adalah Maha Esa.
*Al-adl, bahwa Allah
adalah Maha Adil.
*An-nubuwwah,
bahwa nabi sebagai pembawa berita dari Allah kepada umat manusia.
*Al-imamah, bahwa
adanya para imam yang menjadi pemimpin umat manusia.
*Al-ma’had, bahwa
akan ada terjadinya hari kebangkitan.
|
4. Aliran Jabariyah.
|
Menurut Harun
Nasution aliran jabariyah adalah paham yang meyebutkan bahwa segala perbuatan
manusia ditentukan dari semula oleh qada dan qadar Allah.
|
1.Jahm bin Shafwan.
2.Al Ja’ad Bin Dirham.
3.Husain Bin Muhammad Al Najjar.
4.Dirar Ibn ‘Amr.
|
Aliran Ekstrim :
*Manusia tidak
memiiki apa-apa dan tidak memiliki daya.
*Surga dan neraka
tidak kekal, dan yang kekal hanya Allah.
*Iman adalah
ma’rifat atau yang membenarkan hati.
*Kalam Tuhan
adalah mahluk.
*Allah tidak
mempunyai rupa seperti manusia.
Aliran Moderat :
*Tuhan yang
menciptakan perbuatan manusia dan manusia yang menjalankannya.
*Manusia tidak
dipaksa dan bukan pencipta perbuatan tapi manusia memperoleh perbutan yang
diciptakan Tuhan.
*Tuhan tidak
dapat dilihat diakhirat.
|
5. Aliran Qadariyah.
|
Alira ini adalah
yang memiliki pendapat bahwa setiap orang adalah pencipta bagi segala
perbuatannya, ia dapat berbuat sesuatu atau meninggalkannya atas kehendak
sendiri.
|
1.Ma’had Al Juhani.
2.Ghailam al Dhimasyqi.
|
Menurut Ahmad
Amin dalam kitab Fajrul Islam pokok
ajaran qadariyah sebagai berikut :
*Orang yang berdosa
bukan kafir dan bukan mukmin tapi fasik dan orang fasik masuk neraka secara
kekal.
*Allah tidak
menciptakan amal perbuatan manusia namun manusia itu sendiri. Karena itu
mereka akan menerima balasan baik dengan surga dan menerima balasan buruk
dengan neraka.
*Menurut kaum
qadariyah bahwa Allah itu maha esa atau satu dala artian bahwa Allah tidak
memiliki sifat-sifat azali seperti ‘ilmu, kudrat, hayat, mendengar dan
melihat yang bukan dengan zatnya sendiri. Menurut mereka Allah itu
mengetahui, berkuasa, hidup, mendengar, dan melihat dengan zatnya sendiri.
*Menurut kaum
qadariyah bahwa akal manusia mampu mengetahui mana yang baik dan mana yang
buruk walaupun Allah tidak menurunkan agama. Sebab segala sesuatu yang
memiliki sifat yang menyebabkan bauk atau buruk.
|
6. Aliran Muktazilah.
|
Aliran muktazilah
berasal dari kata i’tizal yang
artiya memisahkan diri. Yang pada mulanya Washil bin Atha’ tidak sependapat
dan memisahkan diri dari gurunya Hasan Al-bashri.
|
1.Washil bin Atha’.
2.Abu Huzail Al Allaf.
3.Al Nazzan.
4.Abu Hasyim Al Jubba’i.
|
1. At-tauhid
(ke-esaan), yaitu mereka meniadakan segala sifat Allah, bahwa tidak mempunyai
sifat yang berdiri diluar dzatnya.
2. Al-a’dl
(keadilan), yaitu Tuhan tidak menghendaki keburukan, tidak menciptakan
perbuatan manusia baik mengerjakan perintahNya maupun meninggalkan
laranganNya dengan qudrah (kuasa) yang ditetapkan Tuhan pada manusia.
3. Al-wa’d wa
al-wa’id (janji dan anacaman), yaitu bahwa wajib bagi Allah untuk memenuhi
janjiNya bagi pelaku kebaikan agar dimasukan ke surga dan yang melakukan
ancamanNya bagi pelaku dosa besar agar dimasuka ke neraka.
4. Al manzilah
bain al manzilatain (posisi diantara posisi), yaitu merupakan tempat diantara
surga dan neraka dari pemahaman yang mengatakan pelaku dosa besar adalah
fasiq.
5. Amar ma’ruf
nahi mungkar, yaitu bahwa dalam keadaan normal pelaksanaan alamru bil mar’uf wa nahyu ‘anil munkar
itu cuckup dengan seruan saja, tapi dalam keadaan tertentu perlu kekerasan.
|
7. Aliran Ahlu Sunnah Wal Jama’ah/Sunni.
|
Aliran ini
merupakan penganut sunnah (ittikad) nabi dan para sahabat beliau yang muncul
sebagai reaksi setelah adanya aliran asy’ariah dan maturidiyah dua aliran
yang menentang ajaran-ajaran muktazilah.
Aliran Asy’ariah
adalah sebuah paham pada akidah yang dinisbatkan pada Abu Al Hasan Al
Asy’ari.
Aliran
Maturidiyah adalah aliran teologi yang bercorak nasional- tardisional.
|
Tokoh utama :
1.Abu Al-Hasan Al Asya’ri.
2.Abu Mansur Al Maturidi.
1.Al-Ghazali.
2.Al Imam Fakhrurrizi.
3.Abu Ishaq Allsfirayini .
4.Al-Qadhi Abu Bakar Al Baihaqi.
5.Abu Ishaq Asy Syirazi.
1.Abu Mansur Muhammad Al-Maturidi.
|
1. Sifat-sifat
Tuhan.
2. Al-qur’an.
3. Melihat Tuhan.
4. Perbuatan
manusia.
5. Keadilan
Tuhan.
6. Muslim yang
berbuat dosa.
1. Akal dan
wahyu.
2. Perbuatan
manusia.
3. Kekuasaan dan
kehendak mutlak Tuhan.
4. Sifat Tuhan.
5. Melihat Tuhan.
6. Kalam Tuhan.
7. Perbuatan
Tuhan.
8. Pengutusan
Rasul.
9. Pelaku dosa
besar.
10. Iman.
|
