STRATEGI PEMBELAJARAN: THE POWER OF TWO, PREDICTION GUIDE, TEKS ACAK

Oleh: Andri Wijaksono, Ahmad Abdul Aziz dan Ahmad Durrouf
Jurusan Pendidikan Agama Islam,
Institite Ilmu AlQuran (IIQ) ANNUR Yogyakarta



STRATEGI THE POWER OF TWO
oleh:
Andri Wijaksono

Pengertian strategi the power of two

Secara umum, strategi mempunyai pengertian suatu garis-garis besar haluan untuk berpindah dalam usaha mencapai sasaran yang ditentukan. Dihubungkan dengan belajar mengajar, strategi bisa diartikan sebagai pola umum kegiatan guru dan anak didik dalam perwujudan kegiatan belajar mengajar untuk mencapai tujuan yang telah digariskan.

Strategi the power of two berarti menggabungkan kekuatan dua kepala, menggabungkan dua kepala dalam hal ini adalah membentuk kelompok kecil, yaitu masing-masing siswa berpasangan. Kegiatan ini dilakukan agar munculnya suatu sinergi yakni dua kepala lebih baik dari satu. Asumsi atau teori yang mendasari model pembelajaran dengan strategi the power of two adalah bahwa belajar paling baik ketika mereka dapat saling membimbing satu sama lain, memiliki tanggung jawab perorangan dan terdapat kesepakatan untuk aktif dan saling interaktif.

Prinsip dasar dari strategi ini terdapat didalam Al-quran surah AlImran ayat 159 : 1 yang artinya:
maka berkat rahmat Allah engkau (Muhammad) berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya engkau bersikap keras dan berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekitarmu. Karena itu maafkanlah mereka dan mohonkanlahampunan untuk mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila engkau telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah. Sungguh Allah mencintai orang yang bertawakkal”. 

Dari ayat diatas nyata bagi kita bahwa strategi penyampaian dalam pembelajaran apapun sangat berpengaruh terhadap kemudahan seseorang tersebut menerima apa yang kita sampaikan, inilah yang disebut menentukan strategi yang tepat dalam proses pembelajaran. Bukan hanya itu saja, tetapi dari ayat tersebut juga dapat dipahami bahwa proses pembelajaran tersebut akan jauh lebih dapat dipahami dan diingat apabila dalam penyampaiannya tersebut memiliki kesan tersendiri dan jauh lebih mendekati kebenaran atau tujuan apabila saling berbagi informasi dengan yang lain. Kesan dan saling berbagi informasi dalam ayat ini lebih disarankan pada saling tukar menukar ide lalu mengkompromikannya, dan inilah yang disebut dengan strategi the power of two. Strategi the power of two ini bertujuan untuk menunjukkan bahwa belajar secara berpasangan akan lebih baik hasilnya dibanding belajar sendiri.

Langkah-langkah strategi the power of two

  1. Ajukan satu atau lebih pertanyaan yang menuntut perenungan dan pemikiran. Beberapa contoh diantaranya:
    • Mengapa terjadi perbedaan faham dan aliran di kalanganumat Islam? 
    • Mengapa bersuci ketika buang angin dengan berwudhu’, bukan dengan membersihkan tempat keluar angin?
    • Apa arti khusyu’ yang sebenarnya?
  2. Siswa/mahasiswa diminta untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut secara individual
  3. Setelah semua siswa/mahasiswa menjawab dengan lengkap semua pertanyaan, mintalah mereka untuk berpasangan dan saling bertukar jawaban satu sama lain dan membahasnya
  4. Mintalah pasangan-pasangan tersebut membuat jawaban baru untuk setiap pertanyaan, sekaligus memperbaiki jawaban individual mereka
  5. Ketika semua pasangan telah menulis jawaban-jawaban baru bandingkan jawaban setiap pasangan didalam kelas

Kelebihan strategi the power of two

  1. Siswa tidak terlalu menggantungkan guru, akan tetapi dapat menambah kepercayaan kemampuan berfikir sendiri, menemukan informasi dari berbagai sumber dan belajar dari siswa lain.
  2. Mengembangkan kemampuan mengungkapkan ide atau gagasan dengan kata-kata secara verbal dan dengan membandingkan ideide atau gagasan-gagasan orang lain.
  3. Membantu anak agar dapat bekerja sama dengan orang lain, dan menyadari segala keterbatasannya serta menerima segala kekurangannya.
  4. Membantu siswa untuk lebih bertanggung jawab dalam melaksanakan tugasnya. Meningkatkan motivasi dan memberikan rangsangan untuk berfikir
  5. Meningkatkan prestasi akademik sekaligus kemampuan sosial.

Kekurangan strategi the power of two

  1. Dengan leluasanya pembelajaran, maka apabila keleluasaan itu tidak optimal kepada tujuan pembelajaran maka tujuan pembelajaran tidak akan tercapai.
  2. Penilaian kelompok akan membutakan penilaian secara individu bila seorang guru tidak jeli dalam pelaksanaanya.
  3. Mengembangkan kesadaran kelompok membutuhkan waktu yang lama.
  4. Membutuhkan lebih banyak fasilitas, waktu, juga biaya untuk mencapai tujuan pembelajaran.
  5. Selama diskusi kelompok berlangsung ada kecenderungan topik masalah yang dibahas meluas sehingga tidak sesuai dengan alokasi waktu yang diberikan.

  

PREDICTION GUIDE
(Tebak Pelajaran)
oleh: Ahmad Abdul Aziz

Pengertian
Menurut Hisyam Zaini (2009: 4) mengartikan prediction guide, sebagai tebak pelajaran. Model prediction guide terdiri dari dua kata yaitu prediction dan guide. Dalam kamus inggris-indonesia, Echol mengartikan bahwa prediction berarti ramalan, perkiraan, atau prediksi, sedangkan guide berarti buku pedoman, pandu, memandu, menuntun,  atau mempedomani. Jadi, prediction guide berarti panduan atau penuntun prediksi.
Model prediction guide adalah satu proses pembelajaran dengan tujuan untuk meningkatkan proses belajar mengajar menjadi menyenangkan. Model pembelajaran  prediction guide adalah model yang digunakan untuk melibatkan peserta didik didalam proses pembelajaran secara aktif dari awal sampai akhir. Dengan model ini peserta didik diharapkan dapat terlibat dalam pembelajaran semenjak awal pertemuan dan tetap mempunyai perhatian ketika guru menyampaikan materi. Di awal pertemuan, peserta didik diminta untuk menebak apa yang akan muncul dalam topik tersebut. Selama penyampaian materi peserta didik dituntut untuk mencocokkan hasil tebakan mereka dengan materi yang disampaikan oleh guru.

Langkah-langkah

Banyak ahli yang menjelaskan bentuk penerapan prediction guide, maka secara umum prediction guide bisa dilakukan dengan langkah-langkah (Warti, 2004: 4):

  1. Tentukan topik yang akan anda sampaikan
  2. Bagi peserta didik ke dalam kelompok-kelompok kecil
  3. Guru meminta peserta didik untuk menebak apa saja yang kira-kira akan mereka dapatkan dalam pelajaran ini
  4. Peserta didik diminta untuk membuat perkiraan-perkiraan itu didalam kelompok kecil
  5. Sampaikan materi pelajaran secara interaktif
  6. Selama proses pembelajaran, peserta didik diminta untuk mengidentifikasi tebakan mereka yang sesuai dengan materi yang anda sampaikan
  7. Di akhir pembelajaran, tanyakan berapa jumlah tebakan mereka yang benar.

Kelebihan jika digunakan untuk pelajaran SKI

Kelebihan metode prediction guide menurut (Velanatio, 2013: 1) adalah sebagai berikut:

  1. Metode ini tidak hanya mengajak anak aktif secara fisik tapi juga secara mental.
  2. Anak sejak dini telah terlatih mampu memprediksi dan mencocokkan konsep yang telah mereka alami atau pelajari baik di sekolah maupun dirumah pada waktu dulu atau sekarang disamping itu.
  3. Siswa akan lebih tertantang untuk berfikir dan mengingat-ingat kembali materi yang disampaikan.
  4. Kemudian kita bisa memotivasi siswa untuk belajar di rumah sebelumnya karena metode prediction guide ini menuntut siswa secara aktif dan bisa mengutarakan prediksi-prediksi mereka sehingga mereka bisa antusias untuk menemukan jawaban masing-masing dari setiap masalah.
  5. Bagus untuk pelajaran SKI karena lebih mendalam bagi siswa, karena pelajaran tentang Sejarah.


Kekurangan jika digunakan untuk pelajaran SKI

  1. Metode ini guru tidak dapat secara bebas dalam menerapkanya karena dalam strategi ini juga harus memperhatikan bagaimana keadaan siswa pada saat di dalam kelas.
  2. Ada siswa yang mungkin aktif dan selalu ingin tahu, namun ada juga siswa yang kurang memiliki keingintahuan yang besar dan cenderung pasif.
  3. Guru harus memahami karakteristik yang berbeda antara satu dengan yang lainnya.
  4. Guru harus menumbuhkan semangat belajar para siswanya.

 

STRATEGI TEKS ACAK
oleh:
Ahmad Durrouf

Pengertian

Strategi pembelajaran adalah suatu kegiatan pembelajaran yang harus dikerjakan pendidik dan peserta didik agar tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif dan efisien. Strategi pembelajaran merupakan pendekatan dalam mengelola kegiatan, dengan mengintegrasikan urutan kegiatan, cara mengorganisasikan materi pelajaran dan pembelajar, peralatan dan bahan serta waktu yang digunakan dalam proses pembelajaran, untuk mencapai tujuan pemelajaran yang telah ditentukan, secara efektif dan efisien.
Pembelajaran dimaksudkan untuk menunjukkan bahwa proses pendidikan yang dilakukan merupakan usaha guru membelajarkan siswa untuk memiliki pengetahuan, keterampilan, dan kepribadian yang baik. Karena itu aktivitas belajar-mengajar bukan hanya sekedar transfer ilmu namun terdapat usaha mendidik dan mendudukkan siswa sebagai pelaku belajar. Sedangkan aktif maksudnya pembelajaran sebuah proses aktif membangun makna dan pemahaman terkait informasi/materi yang dipelajari. Pembelajaran harus mampu menumbuhkan suasana aktif untuk bertanya, mempertanyakan, dan mengemukakan gagasannya. Karena itu, peserta didik tidak semestinya diperlakukan seperti bejana kosong yang pasif yang hanya bertugas menerima kucuran ceramah dari sang guru.
Strategi Random Teks (teks acak) adalah sebuah bacaan yang terputus-putus dan peserta didik merangkai teks tersebut hingga menjadi bacaan utuh. Strategi teks acak ini akan mengajak siswa untuk melatih daya pikir yang kreatif dan aktif, karena pada strategi pembelajaran aktif teks acak ini menyusun potongan-potongan kata yang teracak menjadi satu kalimat utuh.
Strategi random textsangat cocok untuk mata pelajaran membaca dan menghafal surah-surah pendek dengan menekankan keaktifan anak seperti game yang membuat anak senang dan ada kerjasama. Seorang guru perlu mempersiapkan media berupa potongan-potongan teks sebelum kegiatan pembelajaran dilaksanakan.

Langkah-langkah Strategi Teks Acak

Ada baiknya sebelum Anda memulai pembelajaranlah ice breaking agar siswa anda dapat mengikuti pembelajaran tanpa terbebani dengan pelajaran yang ia dapatkan di jam pembelajaran sebelumnya. Langkah-langkah strategi pembelajaran teks acak adalah:

  1. Pilih bacaan yang akan di sampaikan
  2. Potong bacaan tersebut menjadi beberapa bagian. Potongan bisa dilakukan per kalimat, dan per dua kalimat
  3. Bagi siswa menjadi beberapa kelompok kecil
  4. Beri setiap kelompok satu bacaan utuh yang sudah dipotong-potong
  5. Tugas siswa adalah menyusun bacaan sehingga dapat di baca dengan urut
  6. Pelajari teks bacaan dengan siswa, dengan cara yang anda kehendaki. 


Kelebihan
Strategi Teks Acak

Strategi pembelajaran teks secara acak sangat baik digunakan untuk mata pelajaran atau mata kuliah bahasa. Meskipun demikian, strategi pembelajaran teks acak ini juga bisa Anda gunakan untuk mata pelajaran/mata kuliah yang lain.
Jika siswa hanya mendengarkan itu akan membuat mereka cepat bosan dalam mengikuti pelajaran kita, dengan menggunakan strategi ini siswa akan lebih mencermati bacaan dan membuat kelas lebih interaktif.
Berikut kelebihan dan kekurangan strategi pembelajaran teks acak pada pembelajaran SKI dimadrasah:

  1. Menciptakan suasana belajar yang aktif dan menyenangkan, sehingga siswa tidak bosen dan jenuh
  2. Memancing kerja sama antar siswa
  3. Memicu interaksi yang baik antar siswa
  4. Membantu siswa memahami konsep yang sulit dipahami
  5. Menciptakan interaksi timbal balik antara guru dengan siswa
  6. Belajar memecah masalah
  7. Siswa lebih mudah dan cepat ketika akan menghafal teks karena siswa sudah mengetahui urrutan atau alur cerita pada teks.

Kekurangan Strategi Teks Acak

  1. Memerlukan waktu yang relatif lamadan persiapan yang matang
  2. Keadaan kelas cenderung gaduh dan ramai
  3. Memerlukan ketelitian yang cukup jeli, karena ditakutkan dalam memotong atau memisahkan bagian teks yang tercampur antara satu teks dengan teks yang lain, atau salah membagikan teks sehingga tertuker
  4. Terlalu rumit karena guru harus mencetak teks terlebih dahulu kemudian harus memotong motong kertas teks kedalam beberapa bagian.


Semoga bermanfaat 


 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

logoblog
Previous
« Prev Post