MODERASI BERAGAMA



 MODERASI BERAGAMA

secara bahasa moderasi dari moderation artinya penengah,

perantara (misalnya dalam perdagangan, bis­nis)

pelerai (pemisah, pendamai) antara yang berselisih pemimpin di pertandingan. 

 

 

 

Mengapa Penting Moderasi Beragama?

  1. salah satu esensi kehadiran agama adalah untuk menjaga martabat manusia sebagai makhluk mulia ciptaan Tuhan, termasuk menjunung tinggi harkar martabat manusia.
  2. ribuan tahun setelah agama­-agama lahir, manu­sia semakin bertambah dan beragam, bersuku­suku, ber­bangsa­bangsa, beraneka warna kulit, tersebar di berbagai negeri dan wilayah. Seiring dengan perkembangan dan per­sebaran umat manusia, agama juga turut berkembang dan tersebar, sehingga manusia sering memilih penafsiran agama sesuka hati yg sesuai dengan kepentingannya
  3. moderasi ber­agama diperlukan sebagai strategi kebudayaan kita dalam merawat keindonesiaan. Sebagai bangsa yang sangat hete­rogen, sejak awal para pendiri bangsa sudah berhasil mewariskan satu bentuk kesepakatan dalam berbangsa dan bernegara, yakni Pancasila dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia, yang telah nyata berhasil menyatukan semua kelompok agama, etnis, bahasa, dan budaya. Jati diri Indonesia adalah sangat  agamis,  dengan  karakternya  yang  santun,  toleran,  dan mampu berdialog dengan keragaman.
  4. Masing-­masing agama niscaya memiliki kecenderungan ajaran yang mengacu pada satu titik makna yang sama, yakni bahwa memilih jalan tengah di antara dua kutub ekstrem, dan tidak berlebih­lebihan, merupakan sikap beragama yang paling ideal.


Kesalahpahaman soal “moderat”?

kompromi keyakinan teologis beragama dengan pemeluk agama lain. seringkali dicap tidak paripurna dalam beragama, karena dianggap tidak menjadikan kese­luruhan ajaran agama sebagai jalan hidup, serta tidak men­jadikan laku pemimpin agamanya sebagai teladan dalam se­luruh aspek kehidupan. Umat beragama yang moderat juga sering dianggap tidak sensitif, tidak memiliki kepedulian, atau tidak memberikan pembelaan ketika, misalnya, sim­bol­simbol agamanya direndahkan

 

moderat dalam beragama berarti percaya diri dengan esensi ajaran agama yang dipeluknya, yang mengajarkan prinsip adil dan berimbang, tetapi ber­bagi kebenaran sejauh menyangkut tafsir agama.

 

adil dan berimbang, akan lebih mudah terbentuk jika seseorang memiliki tiga karakter utama da­lam dirinya: kebijaksanaan (wisdom), ketulusan (purity), dan keberanian (courage).

ada tiga syarat terpenuhinya sikap moderat dalam beragama, yakni: memiliki pengetahuan yang luas, mampu mengendalikan emosi untuk tidak melebihi batas, dan selalu berhati­hati.

 

INDIKATOR MODERASI BERAGAMA?

1) komitmen kebangsaan;
2) toleransi;
3) anti­kekerasan;
4) akomodatif terhadap kebudayaan lokal.

 


3 (tiga) prinsip dasar masyarakat Indonesia memiliki watak moderat:

1.     Indonesia bukanlah negara sekuler, bukan

2.     negara berkewajiban memberikan jaminan dan perlindungan kebebasan beragama yang lapang dan tanggung jawab

3.     Negara melindungi kebinekaan atau keragaman (heterogenitas) dalam agama, budaya dan ras

 

Modal Sosial Kultural Moderasi Beragama

1.    NKRI berdiri hingga saat ini, keberagamaan yang lebih condong pada antara dua kutub ekstrem, ekstrem kanan dan ekstrem kiri, tidak cocok untuk sebuah keberlangsungan kehidupan berbangsa dan berne gara. Bangsa kita telah memilih jalan moderat yang diejawantahkan dalam lima sila (Pancasila) yang kemudian disepakati menjadi nilai­nilai moral publik.

2.    Budaya masyarakat gotong royong

3.    Budaya masyarakat bermusyawarah

4.    ma­syarakat Indonesia memiliki pengalaman empirik mengim­plementasikan moderasi beragama dalam penyelesaian se­jumlah masalah keberagamaan yang muncul

Contoh: membangun rumah ibdah ditempat minoritas karena kebutuhan

 

logoblog
Previous
« Prev Post