Tampilkan postingan dengan label review. Tampilkan semua postingan

REVIEW BUKU SEJARAH PENDIDIKAN

Oleh: Fazada Nazala Rahma

REVIEW BUKU SEJARAH PENDIDIKAN
Nama pengarang: Prof. H. Samsul Nizar Ma.g
Judul Buku: Sejarah Pendidikan Islam
Tahun Terbit: 2007 
Tempat Terbit: Jakarta
Penerbit: Kencana Perdana Media Group
Buku yang dieditori oleh Prof. Dr. H. Samsul Nizar, M.Ag yang berisikan kumpulan tulisan tentang sejarah pendidikan Islam dari beberapa penulis dengan menyelusuri jejak sejarah pendidikan era Rosulullahbsampai Indonesia. Pada kata pengantar, editor Prof. Dr. H. Nizar menerangkan quo vadis pendidikan Islam di Indnesia, menyelusuri sejarah menuju paradigma pendidikan berkualitas. Dalam pembahasan ini, diterangkan kondisi pendidikan nasional yang serba dengan kekurangan dan eror direfleksikan kepada sejarah pendidikan Islam untuk memperbaiki sistem pendidikan nasional ke arah yang lebih maju.
Pada BAB I menuliskan profil Rosulullah sebagai Pendidik ideal: telaah pola pendidikan Islam era Rosulullah fase Makkah dan Madinah yang ditulis  oleh Zainal Efendi Hasibuan yang menerangkan tentang kondisi politik, sosiokultural pra Islam sampai fase awal Islam dan bagaimana pendidikan pada zaman Rosulullah mulai dari lembaga pendidikannya, materi dan kurikulum serta metode pengajaran dan evaluasi era Rosulullah. Rosulullah sebagai pendidik yang ideal dapat dilihat dari indikator walaupun dengan sarana dan prasarana yang terbatas dapat menelurkan para intelektual yang berkualitas. Yang dahulunya bangsa arab masih terkukung dalam kegelapan dan kejahiliahan. Dan metode yang diterapka rosulullah sangat berfariasi sehingga dapat menghilangkan kejenuhan. Dan yang paling utama Rosulullah mendidik para sahabat dengan menjadikan dirinya sebagai suri tauladan. Adapun kurikulum yang dipakai Rosulullah yaitu kurikulum berbasis masyarakat. Hal tersebut dapat dilihat dari pembagian pengajaran era makkah dan era madinah.
Pada BAB II ditulis tentang pola pendidikan Islam pada periode Rosulullah mekkah dan madinah ditulis oleh Kamaruzzaman. Disana diterangkan tentang  kondisi sosial kultural makah dan madinah pada era Rosulullah dan pola yang dilakukan Rosulullah dalam mengajarkan tauhid kepada para sahabatnya. Kurikulum yang digunakan yaitu berlandaskan Al-Qur’an dan Al-Hadist.
BAB III tentang pola pendidikan Islam  pada masa Khulafaurrosyidin yang ditulis oleh Mhd. Dalpen. Pada bab ini merangkan tentang bagaimana keadaan dan sistem pendidikan di zaman Khulafaurrosyidin. Pada zaman Abu bakar, sistem pendidikannya tidah jauh berbeda dari pendidikan pada masa Rosulullah. Pada masa Umar pendidikan sudah lebih meningkat dimana para guru sudah diangkat dan digaji yang diambil dari baitul mall  untuk mengajar ke daerah-daerah yang baru ditaklukan. Pada masa Usman pendidikan diserahkan pada rakyat dan sahabat yang tidak hanya fokus di Madinah melainkan dikirim ke daerah-daerah lainnya. Pada masa Ali, pendidikan kurang mendapat perhatian karena terjadi pergolakan dan konflik yang menimbulkan kekacauan.
BAB IV pola pendidikan Islam pada periode dinasti Umayyah yang ditulis oleh Silvianti Candra. Dieterangkan tentang pembentukan dinasti, kemajuan yang dicapai oleh dinasti umayyah dan pola pendidikan dan pusat pendidikannya. Pada masa ini berkembang ilmu-ilmu agama islam dan adanya pembukuan hadist pada zaman Umar Bin Abdul Aziz.
BAB V pola pendidikan Islam pada periode dinasti abasiyah yang ditulis oleh Ali Nupiah. membahas tentang sejarah berdirinya daulah Abasiyah, sistem politik, pemerintahan dan bentuk negara serta sistem sosialnya. Pada zaman ini Islam mencapai punak seperti, majunya ilmu-ilmu sains dan tekhnologi. Dan puncak kejayaan tersebut terjadi pada masa Harun Arrosyid.
BAB VI Pola pendidikan Islam di Spanyol era awal tinjauan historis filosofis ditulis oleh Samsul Nizar. Yang membahas tentang sejarah awal Islam Spanyol, perkemabngan Pendidikan dan kebudayaan Spanyol Islam beserta faktor penunjangnya, dan bias pendidikan spanyol Islam bagi perkembangan dunia modern. Disini diterangkan bahwa Spanyol merupakan pintu atau temapat penghubung antara dunia Islam dan Eropa. Dari sinilah proses pencerahan Eropa terbentuk.
Dan pada bab-bab yang selanjutnya diterangkan sejarah pendidikan islam dari pendidikan Islam di andalusia oleh Yusmanto, lembaga-lembaga pendidikan Islam era awal oleh Mira Astuti, kurikulum dan pola perkembangan ilmu pengetahuan pada masa klasik hingga masa keemasan oleh Sondal Pramujaya, transformasi dan kontribusi intelektual Isla atas dunia barat oleh Farida Syam, madrasah Hizamiyah; pengaruhnya terhadap perkembangan pendidikan islam dan aktivitas ortodoksi suni oleh Edi Warman, pendidikan Islam pada era kemunduran oleh Mulyadi Hermanto Nasution, kehancuran dinasti Abasiyah dan pengaruhnya terhadap pelaksanaan pendidikan di dunia Islam oleh Roli Yandri. Sejarah dan perkembangan arsitektur Islam dinasti Usmaniyah oleh Samsul Nizar, dinamika sejarah pendidikan perempuan potert timur tengah dan indonesia era awal oleh Wahyu hikmah, dikotomi ilmu pengetahuan: akar tumbuhnya dikotomi ilmu dalam peradaban Islam oleh Yudelasharmi, Muhammad Abduh dan usaha pembaruan pendidikan Islam di Mesir oleh Yasmansyah, gagasan islamisasi ilmu pengetahuan dan implikasinya dalam pendidikan oleh Ahmad Syarifin, sejarah dan dinamika lembaga-lembaga pendidikan islam nusantara oleh Abasri, pola kebijakan pendidikan Islam di Nusantara pada masa awal sampai sebelum kemerdekaan oleh Maswardi, organisasi sosial keagamaan dan pendidikan Islam oleh Muhammad Syaifudin, dan yang terakhir pola dan kebijakan pendidikan Islam pada masa awal kemerdekaan sampai pada orde lama oleh Zulhandra.
Dilihat dari isi buku ini, bahwasannya tekah diterangkan secara mendalam tentang sejarah pendidikan Islam dari era Rosulullah hingga Islam di Indonesia pada masa orde lama. Dengan menggunakan bahasa penulisan yang apik dan runtut.  penulis mengajak para pembacanya untuk berdiskusi dan akan kita dapatkan analisis atau riset yang jarang ditemukan.
Dikarenakan buku ini merupakan kumpulan dari makalah-makalah, pembahasan yang disampaikan kurang rutut dan sistematis, sehingga agak menyulitkan para pembaca untuk mengikuti alurnya, dan didalamnya terkadang ada dua pembahasan yang setema disampaikan.



logoblog

REVIEW BUKU: SEJARAH PENDIDIKAN

Oleh: Okfita Nur Aisha

REVIEW BUKU: SEJARAH PENDIDIKAN 

Judul Buku    : Sejarah Pendidikan
Pengarang     : Ketut Sedana Arta S. Pd, M. Pd
Penerbit     : Media Akademi
Kota Terbit     : Yogyakarta
Tahun Terbit   : 2015
Tebal buku    : 150 halaman
ISBN        : 998909-0090-0

     Buku ini berisi tentang peristiwa-peristiwa penting di Indonesia mulai dari masa proklamasi hingga masa reformasi. Buku Sejarah Pendidikan ini disajikan dalam lima Bab. Pada bab awal buku ini menjelaskan tentang pengertian sejarah pendidikan. Sejarah pendidikan adalah uraian yang sistematis dari semua yang telah dipikirkan dan di kerjakan dalam lapangan pendidikan pada waktu lampau. Sejarah pendidikan mempunyai hubungan yang erat dengan ilmu mendidik dan sejarah kebudayaan. Sejarah pendidikan merupakan bagian dari sejarah kebudayaan umat manusia.
Sejarah pendidikan pada zaman klasik disetiap negara memiliki perkembangan tersendiri. Pada abad pertengahan, aliran religi menjadi sangat berpengaruh. Pendidikan bersifat akherat dan hal-hal yang bersifat duniawi tidak begitu penting. 
Selanjutnya sejarah pendidikan dizaman purba, kebudayaan zaman ini dikenal sebagai paelotik dan neolitik, adalah masyarakat tidak memiliki stratifikasi sosial yang tegas. Penerapan pendidikan pada zaman ini adalah pendidikan bertujuan agar generasi muda dapat mencari nafkah, membela diri, hidup bermasyarakat, dan taat kepada adatdan nilai-nilai religi. Pada zaman ini pendidikan berlangsung dizaman keluarga dan kehidupan masyarakat secara alamiah. Lalu pada zaman Hindu-Budha pendidikan bertujuan agar peserta didik menjadi penganut agama yang taat, mampu hidup bermasyarakat, membela diri, dan memebela negara. Kurikulum pendidikannya meliputi agama, Bahasa sansekerta, kesusasteraan, keterampilat memahat, berperang. Lalu pada zaman Kerajaan Islam, pendidikan bertujuan untuk mengembangkan manusia yang bertaqwa kepada Allah SWT agar selamat dunia akherat melalui pelaksanaan iman, ilmu, dan amal. Kurikulumnya meliputi tauhid, al qur’an, hadis, fikih, dan Bahasa arab. Pada zaman ini pesantren sebagai salah satu lembaga pendidikan. 
Selanjutnya pada zaman portugis dan spanyol penerapan pendidikannya adalah dimaksudkan untuk menyebarkan agama katholik. Lalu zaman pemerintahan kolonial Belanda  pada awal abad ke-20 lahirlah pergerakan nasional yang berlangsung dalam jalur polotik maupun pendidikan. Penerapan pendidikan pada zaman ini secara umum dapat dibedakan dalam dua garis penyelenggaran pendidikan, yaitu pendidikan yang diselenggarakan oleh pemerintah kolonial Belanda, dan pendidikan yang dilaksanakan oleh kaum pergerakan sebagai sarana pergerakan demi mencapai kemerdekaan dan sebagai rintisan pendidikan nasional. Kemudian pada zaman jepang ada dua kebijakan pemerintah kependudukan militer jepang: menghapuskan semua pengaruh barat diIndonesia melalui “pen-jepang-an”, memobilisasi segala kekuatan dan sumber yang ada untuk mencapai kemenangan perang Asia Timur Raya. 
Setelah proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945, pada tanggal 18 Agustus 1945 PPKI menetapkan UUD 1945 sebagai Dasar Negara. Sejak saat ini jenjang pendidikan mulai disempurnakan dan disesuaikan dengan kebutuhan Bangsa Indonesia. Bersama dengan berjalannya revolusi fisik, pemerintah mulai mempersiapkan sistem pendidikan nasional sesuai amanat UUD45. Beberapa bulan setelah proklamasi kemerdekaan menteri pendidikan, pengajaran, dan kebudayaan mengeluarkan “Instruksi Umum” agarpara guru membuang sistem pendidikan kolonoal dan mengutamakan patriotisme.
Pelaksanaan pelita I PJP 1 direncanakan mulai 1 April 1969, maka pada tanggal 28-30 April 1969 pemerintah c.q. Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan mengumpulkan 100 orang pakar atau pemikir pendidikan di Cipayung untuk melakukan konferensi dalam rangka: mengidentifikasi masalah-masalah pendidikan nasional, menyusun suatu prioritas pemecahan dari berbagai maslah-masalah tersebut.

Kelemahan dan Kelebihan Buku
Kelebihan buku sejarah pendidikan ini adalah buku ini menggunakan Bahasa yang mudah dipahami sehingga pembaca dikalangan remaja maupun dewasa mudah untuk memahaminya. Didalam buku ini juga terdapat soal latihan sehingga pembaca dapat mengingat kembali apa yang telah dibacanya. Untuk kelemaham buku sejarah pendidikan ini, buku ini menggunakan Bahasa yang bertele-tele sehingga membuat pembaca bosan saat membaca. Buku ini juga ceritanya tidak terlalu mendetil.

Analisis Penulis
Setelah saya membaca buku ini saya menjadi lebih mengerti bahwa sejarah pendidikan itu dimulai dari zaman klasik kemudian zaman purba hingga sekarang ini. Perjalanan sejarah pendidikan dimulai dari hanya mencari makan membela diri dan hidup bermasyarakat sampai dibuatnya kurikulum-kurikulum pendidikan. Isltilah lainnya adalah pendidikan ini dimulai dari sesuatu hal yang kecil lalu berkembang-berkembang menjadi besar. Buku ini membuat saya berfikir bahwa sesuatu yang besar tercipta karna sesuatu yang kecil, oleh karnanya ssaya di buat mengerti bahwa ha-hal kecil itu sanagat berarti.



logoblog

REVIEW BUKU: SEJARAH SOSIAL DAN INTELEKTUAL PENDIDIKAN ISLAM

Oleh: Durrotul Iqomatin Ni’mah

REVIEW BUKU:
SEJARAH SOSIAL DAN INTELEKTUAL PENDIDIKAN ISLAM


Judul Buku             : Sejarah Sosial dan Intelektual Pendidikan Islam
Nama Pengarang    : Mahasiswa Pascasarjana IAIN Madura Prodi PAI Angkatan 2017
Penerbit                  : Literasi Nusantara
Kota Terbit             : Batu Malang
Tahun Terbit           : 2019
Tebal Buku             : 248 halaman
ISBN                      : 978-623-7125-92-1

      Buku Sejarah Sosial dan Intelektual Pendidikan Islam adalah hasil kerja keras tim mahasiswa melalui proses panjang diskusi kelas “Sejarah Sosial dan Intelektual Pendidikan Islam”. Buku ini mengkaji gambaran penelusuran pendidikan pada masa Rasulullah sebagai rintisan awal pendidikan Islam, pertumbuhan pendidikan pada masa Khulafaur Rasyidin sebagai penguat dan pelestarian pada masa awal dan perkembangan pendidikan Islam, serta gambaran perkembangan dan pertumbuhan tempat-tempat belajar sebelum lahirnya madrasah sebagai bukti dakwah para ulama, masyarakat dan pemerintah.
      Pendidikan Islam yang diajarkan oleh Nabi Muhammad berdasar dari wahyu yang diterimanya. Pendidikan tersebut berisikan perintah untuk meyakini dan menyembah Allah sebagai Tuhannya, serta juga diajarkan oleh Nabi untuk membaca, memperlajari dan mengamalkan al-Qur’an. Pada pelaksanaannya, Nabi mengajak umatnya masuk Islam mulai dari keluarga sendiri, keluarga terdekatnya, sahabat terdekatnya sampai pada akhirnya diperintahkan untuk menyebarkan agama Islam secara terang-terangan.
       Setelah Nabi Muhammad wafat, kepemimpinan islam dilanjutkan oleh para sahabat   dengan sebutan Khulafaur Rasyidin. Abu Bakar Ash-Shiddiq merupakan khalifah pertama yang menggantikan Rasulullah sebagai pemimpin umat muslim. Pada masa awal pemerintahan Abu Bakar, terjadi pemberontakan oleh kaum muslimin yang menumbuhkan beberapa dari umat Islam mengaku sebagai nabi, ingkar zakat, dan murtad. Akibat dari peperangan tersebut, banyak para penghafal al-Qur’an yang gugur, dan hal inilah yang melatarbelakangi dikelompokkannya tulisan-tulisan ayat al Qur’an yang ditulis di masa  Rasulullah ke dalam satu mushaf. Dengan dikelompokkannya al-Qur’an menjadi satu mushaf, maka memudahkan kaum muslimin untuk mengkaji, dan mendalami pesan-pesan yang terkandung dalam ayat-ayat al-Qur’an tersebut.
        Khalifah kedua yaitu Khalifah Umar bin Khattab. Sejarah peradaban islam mencatat, bahwa Khalifah Umar bin Khattab berhasil membebaskan negara jajahan kekaisaran Romawi dan Persia yang dimulai dari awal pemerintahannya. Di tengah menaklukan kota, Umar bin Khattab memerintahkan hendaknya membangun masjid untuk dijadikan tempat pendidikan.  Adapun mata pelajaran yang diterapkan ada masa Khalifah Umar Bin Khattab adalah membaca, menulis Al Quran dan menghafalnya serta belajar pokok-pokok agama islam. Para  Da’i diangkat oleh Khalifah Umar Bin Khattab pada setiap daerah untuk mengajari masyarakat tentang agama islam. Inti dari ajaran yang di sampaikan adalah alquran, akidah, ibadah, syariah dan akhlaq. Khalifah Umar Bin Khattab juga memberikan saran kepada masyarakat agar mereka mengajari berenang, menaiki kuda, beberapa pepatah, kata kata indah dan beberapa syair yang indah.
      Khalifah ketiga yaitu Khalifah Utsman bin Affan. Pelaksanaan pendidikan Islam pada masa Khalifah Utsman bin Affan tidaklah jauh berbeda dengan masa sebelumnya. Pada masa ini terjadi gejolak antara umat Islam dengan adanya beragam bacaan Al-Qur’an membuat Utsman membuat standarisasi Al-Qur’an dan menunjuk Zaid bin Tsabit sebagai ketua tim dalam mengumpulkan Al-Qur’an, dikarenakan beliau merupakan orang yang mendengar langsung dari rasulullah serta orang yang pertama kali mengumpulkan Al-Qur’an pada masa Khalifah Abu Bakar As Shiddiq. Kebijakan satu bacaan ini dengan mengguanakan dialek Qurais bertujuan untuk menjaga persatuan umat islam, agar tidak terpecah belah.
      Sejak terbunhnya Usman di Madinah semua sahabat membaiat Ali sebagai Khalifah. Peristiwa ini membuat banyak penentang yang mengakibatkan pemberontakan. Akibatnya Ali bin Abi Thalib kurang perhatian dalam menjalankan program pendidikan. Tapi walaupun demikian pendidikan keagamaan tidak berhenti. Pendidikan aqidah, Ibadah, dan akhlak terus terlaksana, masjid-masjid juga berfungsi sebagai tempat ibadah dan juga pendidikan. Hal yang menonjol dalam bidang pendidikan pada pemerintahan Ali bin Abi Thalib yaitu memajukan bidang bahasa dengan mengutus Abu Aswad Ad Duali untuk mengembangkan pokok-pokok ilmu Nahwu, yaitu ilmu yang mempelajari bahasa arab dengan tujuan agar orang-orang non arab mudah dalam memahami sumber ajaran Islam.
      Pendidikan dasar diawal Islam ini yang dikenal dengan kuttab memiliki rujukan pokok yaitu mengajari anak-anak membaca dan menulis Al-Qur’an. Ada dua model dalam pendidikan kuttab, pertama; mengajari baca-tulis Al-Qur’an yang dilakukan dirumah-rumah gurunya. Kedua; mengajari dasar-dasar ilmu agama, ilmu tilawah dan dan mengahafalkannya. Rujukan pertama yang digunakan dalam pendidikan kuttab ini adalah Al-Qur’an sebagai texbook. Dan dari setiap daerah memiliki karakteristik berbeda sesuai dengan kondisi dan kebutuhan dari masing-masing daerah dengan tetap pada pokok utama yaitu mengajarkan Baca-Tulis Al-Qur’an.
      Ada juga pendidikan dasar di Istana di peruntukkan bagi putra putri para khalifah. Pendidikan di Istana juga mengajarkan tentang berbagai Ilmu pengetahuan Agama, Umum, Bahasa (sastra arab) berpidato, olah raga dan semacamnya. Kemudian, toko buku juga dijadikan sebagai tempat belajar pada puncak kejayaan Islam masa dinasti Abbasiyah. Took buku merupakan tempat yang awalnya hanya sebagai tempat penjualan buku atau perdagangan dalam arti didirikan tidak dengan tujuan utamanya sebagai tempat pengajaran, namun karena semangat para ilmuan waktu itu dan menjadi kebiasaan mereka dalam mengkaji ilmu pengetahuan, maka lahirlah toko buku sebagai tempat kajian ilmiah.
      Kemudian ada juga al-Khan yang merupakan asrama di sebelah masjid, yang  diperuntukkan bagi para penuntut ilmu dari berbagai kota.  Khan ini merupakan salah satu lembaga pendidikan Islam yang lahir sebelum madrasah. Fungsi dan tujuan khan adalah sebagai tempat penginapan/hotel, persinggahan, penyimpanan barang/gudang, pusat transaksi jual beli, tempat memproduksi barang-barang properti, dan sebagai asrama/pondok bagi para pelajar yang datang dari jauh atau luar kota untuk menuntut ilmu di sebuah masjid. Selain Khan, Rumah ulama juga merupakan tempat yang dijadikan sarana atau tempat untuk berbagi ilmu ataupun melaksnanakan kegiatan ilmiyah lainnya. Sistem pendidikan yang ada di rumah ulama sangatlah dinamis, yaitu menyesuaikan terhadap kebutuhan-kebutuhan peserta didik ataupun disiplin keilmuan sang ulama. Metode yang digunakan meliputi halaqoh, tukar menukar informasi, berdiskusi dan sorogan.
      Masjid juga mempunyai peran yang penting dalam menyelenggarakan pendidikan Islam. Selain berfungsi menjadi tempat untuk beribadah, masjid juga bisa dijadikan sebagai tempat pembelajaran berbagai aspek ilmu, pusat diadakannya musyawarah bersama, bahkan bisa digunkaan juga untuk tempat menyampaikan berita. Proses transformasi institus pendidikan islam dari masjid menjadi madrasah terjadi secara bertahap mulai dari pendidikan Islam di masjid, masjid khan dan kemudian muncullah madrasah. Sedangakan madrasah yang utama pada waktu itu yaitu Madrasah Nizhamiyah di Baghdad madrasah ini dibangun mulai dari tahun 457 H dan selesai pada tahun 459 H. Kurikulum yang diajarkan pada lembaga pendidikan periode awal hanyalah ilmu agama.
      Sepanjang perjalanan sejarah yang kita ketahui dari beberapa referensi bahwasanya pendidikan yang berkembang pada masa pra Islam dan pasca datangnya Islam yakni Kuttab dan masjid selang beberapa periode semakin. Pertumbuhan madrasah di Nusantara mempunyai akar historis sendiri. Madrasah di Nusantara dimaknai sebagai sebuah transformasi dan perkembangan lebih lanjut dari lembaga pendidikan Islam yang berlangsung di masjid, surau dan pesantren. Kehadiran madrasah ini membawa perubahan besar terhadap pendidikan Islam di Indonesia, yang dulunya lebih fokus pada ilmu keagamaan saja, sekarang lebih berkembang memberikan peluang bagi masyarakat untuk mempelajari berbagai ilmu lainnya.

Kelebihan Buku
Kajian dalam buku ini sangat lengkap, namun buku ini disusun secara sangat sederhana. Buku ini sangat mudah didapatkan. Buku ini didapatkan tanpa mengeluarkan uang sepeserpun. Hanya dengan men-download di google play book, pembaca sudah dapat memiliki ebooknya.

Kelemahan Buku
Buku ini hanya terdapat pada google books dan masih sedikit penjualannya. Buku ini hanya sedikit menjelaskan sejarah pendidikan Islam di Indonesia, selebihnya sejarah pendidikan ketika lahirnya agama Islam, dan sejarah-sejarah pendidikan ketika Islam masih awal berkembang di Timur Tengah.

Analisis Penulis
Dengan membaca buku ini kita menjadi tahu bagaimana sejarah pendidikan Islam dari awal berdirinya Islam sampai ke Nusantara. Dan dengan buku ini yang hadir dari proses panjang kerja sama hasil diskusi pada mata kuliah beberapa mahasiswa, dapat memotivasi kepada mahasiswa-mahasiswi untuk menirunya. Program seperti ini sangat bagus, untuk turut berkontribusi mencerdaskan kehidupan bangsa. Buku ini dapat memberikan kontribusi keilmuan dan rujukan bagi pelajar, mahasiswa dan masyarakat yang ingin mengembangkan keilmuan khususnya pada bidang sejarah pendidikan Islam, sebagai bagian dari masyarakat terdidik (educated person), dan masyarakat yang gemar belajar (knowledge society).
logoblog

REVIEW BUKU: PENDIDIKAN KAUM TERTINDAS

Oleh: Fatkhur Rozi
REVIEW BUKU: PENDIDIKAN KAUM TERTINDAS
Nama Penggarang   :Paulo Freire
Judul                           :Pendidikan Kaum Tertindas
Tahun Terbit              :1985
Terbit                           :Cetakan Pertama, Februari 1985
Penerbit                      :PT. Temprint, Jakarta
Distribusi                    :LP3ES
Halaman                     :207

 Buku Pendidikan Kaum Tertindas ini terdiri dari empat bab. Penjelasan masing-masing bab ini menjelaskan secara rinci bagaimana itu “tertindas” secara maknawi maupun secara mindset. Bab pertama lebih kepada penjelasan umum apa itu penindas dan tertindas. Penindasan dideskripsikan sebagai usaha dehumanisasi kelompok penindas kepada kaum lemah. Proses dehumanisasi ini berjalan sistematis dan terstruktur. Ada kalanya kaum tertindas memiliki keinginan untuk membalas dendam dengan membalikkan keadaan pada kaum penindas. Cara mereka untuk membalikkan keadaan tidaklah salah, namun pada akhirnya yang terjadi adalah penggunaan cara penindasan versi baru. Jadi bukannya menghapuskan keseimbangan antara penindas dan tertindas, malah memperbaharui siklus penindasan tersebut. Situasi ini dapat dihilangkan dengan pemberian pemahaman baru kepada kedua pihak baik penindas maupun tertindas.
Pada bab kedua, Paulo Freire membicarakan tentang proses pendidikan yang dialami oleh “kaum-kaum tertindas” selama ini. Paulo Freire mengatakan, “pendidikan yang dialami oleh “kaum-kaum tertindas” selama ini tak ubahnya seperti pendidikan dengan “sistem bank”. Guru merupakan subyek yang memiliki pengetahuan yang diisikan kepada murid, sedangkan murid hanya sebuah deposit belaka. Sangat jelas sekali pendidikan seperti ini tak ubahnya adalah suatu penindasan terselubung terhadap kreatifitas murid, murid dituntut untuk mengikuti jalan pemikiran guru tanpa diberi kesempatan untuk berpikir kritis dalam memecahkan suatu masalah yang ada. Untuk lepas dari penindasan gaya pendidikan “sistem bank”, Paulo Freire memberikan suatu alternatif baru yaitu dengan suatu metode yang diberinya nama metode “pendidikan hadap masalah”.
Dalam bab ketiga Paulo Freire menjelaskan dengan adanya dialog diharapkan tidak ada lagi keadaan dimana satu orang aktif “menabungkan” gagasannya kepada orang lain, sementara yang lain cuma pasif menerima apa yang diberikan orang lain kepada dirinya. Keberadaan manusia tidak mungkin tanpa kata, juga tidak berlangsung dalam kata-kata palsu, tetapi dengan kata-kata yang benar dengan apa manusia mengubah dunia. Dialog adalah bentuk perjumpaan diantara sesama manusia, dialog menegaskan dirinya sebagai sarana dimana seseorang memperoleh makna dirinya sebagai manusia. Manusia “dialogis” bersifat kritis dan tahu bahwa walaupun dalam diri manusia terdapat kekuatan untuk mencipta dan mengubah, namun dalam sebuah situasi keterasingan yang nyata dia mungkin saja salah dalam menggunakan kemampuan itu.
Pada bab terakhir, Paulo Freire coba membandingkan antara model pendidikan antidialogis dengan model pendidikan dialogis. Model pendidikan antidialogis selalu ditandai dengan usaha menguasai manusia, sedangkan model pendidikan dialogis selalu bersifat kooperatif. Di dalam buku “Pendidikan Kaum Tertindas” ini disebutkan bahwa, teori-teori tindakan antidialogis dikenal istilah-istilah seperti penaklukan, pecah dan kuasai, manipulasi, dan serangan budaya. Sedangkan teori-teori tindakan dialogis dikenal istilah-istilah seperti kerja sama, persatuan untuk pembebasan, organisasi, dan sintesa kebudayaan.

KESIMPULAN
Dari empat bab yang ada dalam buku ”Pendidikan Kaum Tertindas” dapat disimpulkan bahwa pemikiran Freire mengenai pendidikan yang terjadi menurut pengamatannya adalah pendidikan yang menindas, dimana pendidik dalam hal ini guru bertindak layaknya seorang penindas. Murid pun secara sadar menjadikan dirinya sebagai orang yang tertindas. Semua itu tidak lepas dari lingkaran sesat yang awalnya telah dimulai dan agaknya sulit untuk diputus, dimana orang-orang yang dulunya tertindas akan berbalik menjadi penindas, bukannya mengubah kontradiksi yang terjadi, tetapi malah melestarikannya.
logoblog

Review Buku: Sejarah Perkembangan Pikiran dan Praktek Pendidikan Agama Kristen

Oleh: Fatimatuzzahroh
 Review Buku:
Sejarah Perkembangan Pikiran dan Praktek Pendidikan Agama Kristen

Judul Buku    : Sejarah Perkembangan Pikiran Dan   Praktek Pendidikan Agama Kristen
Penulis         : Robert R. Boehlke, Ph. D.
Penerbit    : PT BPK Gunung Mulia
Tebal Buku    : 820 Halaman


Buku ini merupakan buku karya Robert R. Boehlke yang berjudul “Sejarah Perkembangan Pikiran Dan Praktek Pendidikan Agama Kristen”. Sejarah Pendidikan Kristen (PAK) adalah uraian sistematis atas segala yang telah dipikirkan dan diperbuat gereja pada masa lampau dalam upaya mendidik warga gereja. Sejarah pendidikan menunjukkan bahwa suatu pemikiran kemungkinan besar adalah produk dari percampuran banyak pemikiran dari zaman-zaman sebelumnya.
Pada bab awal, buku ini mengulas tentang tokoh komensky bapak pendidikan modern yaitu Yohanes Amos Comenius. Bagi orang Kristen pendidikan merupakan pelayanan pelengkap di antara sekian banyak pelayanan gerejawi di kalangan jemaat dan bukan sebagai bidaang cakup yang berintegritas sendiri. Itulah sebabnya pemikiran Yohannes Amos Comenius menjadi perubahan mencolok tentang cara orang berpikir tentang pelayanan dan pelaksanaan pendidikan.
Orbis Pictus (dunia nyata melalui gambar-gambar) adalah buku bacaan bergambar pertama yang pernah diterbitkan. Lebih dari tiga ratus gambar termuat didalamnya. Pada setiap halaman kiri terdapat gambar tentang keadaan atau kegiatan di dunia nyata, dan dibawah gambar itu pada halaman kanan, termuat daftar perkataan atau kalimat dalam dua jalur sejajar. Yang satu itu terdiri dari kata atau kalimat dalam bahasa daerah, sedangkan pada jalur kanan terdapat kata atau kalimat sama dalam bahasa latin. Begitulah para pelajar mempelajari bahasa latin berdasarkan pengetahuannya dalam bahasa daerah.
Dalam sejarah pendidikan, Comenius menduduki tempat mencolok. Ia memelopori serta menguasai seantero gerakan pendidikan modern dalam bagian sekolah dasar dan menengah. Hubungannya dengan pengajaran masa kini adalah serupa dengan tempat yang diduduki Kopernikus dan Newton dalam ilmu pengetahuan modern, dan Bacon serta Descartes dalam ilmu filsafat. Ia mengambil alih gagasan-gagasan yang sedang mengilhami peradaban baru serta menerapkannya dalam sistem persekolahan.
Dari sudut sejarah pendidikan asas-asas pendidikan yang Comenius anjurkan amat mengesankan. Berdasarkan intuisi dan peninjauan terhadap proses bertumbuh yang tampak dalam alam, ia menarik begitu banyak kesimpulan yang masih tetap benar. jadi, ia tidak dipuji karena asas pedagogis itu diperoleh melalui pemikiran secara analogis, karena kecerdasannya menangkap masalah pokok dalam ilmu pedagogi.
Dalam mempelajari sejarah PAK, kita dapat menganalisis pemikiran gereja pada suatu zaman tertentu tentang beberapa isu pedagogis yang utama, yaitu apa yang diartikan gereja dengan hakikat pendidikan, kemana tujuan pendidikan, apa citra gereja tentang diri pendidik, apa citra gereja tentang diri nara didik, apa isi atau bahan pendidikan dan bagaimana gereja melakukan pendidikan.

Kelebihan dan Kekurangan
Buku ini sangat cocok dala membuka wawasan dan pikiran, dimana didalamnya menceritakan tentang tokoh-tokoh tentang sejarah pendidikan PAK. Tokoh-tokoh ini begitu bersemangat dalam kehebatan mereka dalam segi pendidikan Kristen, dan juga dapat memperluas pikiran kita karena buku ini sangat menarik dan sangat bagus. Buku ini sangat membantu memahami hal-hal perjalanan pendidikan Agama Kristen di Indonesia.
Akan tetapi ajaran Agama Kristen yang disampaikan tidak dengan teladan kebenaran sebagai proyeksi tindakan yang benar dalam menghayati dan hidup karena iman Kristen, membuat orang tertentu menjadi kecewa.
logoblog